Langsung ke konten utama

Waktu

waktu.. taukah kamu bahwa tidak ada batasan untuk berhenti sejenak terkecuali pada massa yang sudah ditakdirkan untuk berhenti berputar.
Kau tidak bisa mengulang apalagi berganti sejenak karena kau ada untuk hari ini, besok, atau kemarin yang telah berlalu.
Bisakah kau memaafkan segala khilaf baik yang terulang kembali dengan berikan kesadaran yang penuh arti. 
Hingga dapat mengerti bahwa kau ada teruntuk hilang dan tak akan pernah kembali dalam massa yang sama.
waktu pertemukan diri pada tulus menyayangi yakni kedua orang tua di massa yang berbeda, hingga jelas bahwa hanyalah yang benar-benar ada berikan dengan perjuangan serta pengorbanan, tanpa alasan dan syarat.
Tak terlewat waktuu.. mohon datangkan suatu kebaikan untuk berada di samping hidup dengan cinta dan kasih yang halal.
Hingga damai dapat menyertai dan rasa tentram dapat di genggam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarak Sajak

Bahasa banyak kata dan kalimat yang dapat  berbeda makna Pembeda maksud dan tujuan yang tidak bersekat Terungkapkan meski sulit untuk memahami dan dipahami Hanya saja kondisi belum dapat dinyatakan Dengan lantang dan tegas terucap Terselip do'a yang tak pernah berjarak Boleh jadi karena ungkapan dari lubuk hati kepada-Nya Yang dapat memahami dan tak memaksa untuk datang maupun pergi Tanpa menghakimi Namun selalu mengerti. Bagaimanapun... Dimanapun, dan sampai kapanpun Saat senja menjelang, Jakarta 06 Juni 2020

Random

Kemarau di waktu yang seharusnya bermula namun tiada kunjung berada hingga tertutup oleh basah. Melawan prediksi yang perlahan berubah oleh waktu yang terus mengiringi. Hingga pada pertemuan  itu cukup 2 musim untuk melewatinya yang menyadarkan bahwa takdir adalah nyata yang tak bisa untuk terus di genggam oleh intuisi yang sesaat.  Tak semestinya memaksa dengan gigih bilamana yang terlewat telah terlupakan dengan arif, seperti daun yang gugur ditengah musim berganti tunas menghijau berbunga dan gugur kembali. Bukankah dunia ini baru saja permulaan yang tiada habis dan tak akan pernah kekal,  serta merta ada patah dan bahagia yang mengarunginya.Lantas mengapa terus memaksa bahagia senantiasa datang bila syukur saja harusnya sudah  mencukupi semua yang ada dan termiliki. Beginilah adanya tiada bisa berucap ikhlas dan sabar diantara nikmat yang tak pernah usai, waktu biarkan aku berpeluk kesah dalam kerapuhan namun jangan biarkan termakan oleh penghabisan yang tak berm...