Langsung ke konten utama

Bercerita

Sore di awal bulan Juni 2020


Senja yang mulai nampak kala sore ini minggu kedua di bulan Juni 2020, masa dimana ada perbedaan kondisi baik di Jakarta maupun di seluruh dunia. Sudah hampir 3 bulan berlalu dunia mengalami krisis kesehatan yang tidak ada satu pun terlewat di belahan dunia ini yang merasakan dampaknya. Pandemi, yang disebut Covid 19 bermuara awal di pertengahan Desember 2019 hingga kini Juni 2020.

Tak ada yang pernah mengetahui apa yang terjadi di kemudian hari sebab itu rahasia Illahi Rabbi. Refleksi diri yang dirasakan saat pandemi telah membawa perubahan tatanan kehidupan sosial,  menjadi bagian sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini.
Kekuatan waktu dan alam memudarkan batas logika manusia, virus yang tak terlihat kasat mata menjadi perang yang begitu menakutkan, usia tua muda, kelas sosial, tak memandang siapapun yang menyerang nya.

Tepat 2 hari lagi yakni senin 08 Juni 2020 Jakarta sebagai pusat zona merah covid 19 mulai mencoba bangkit baik untuk memperbaiki sisi kehidupan ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Begitu banyak hal yang terlewat dari biasanya, aktivitas pereknomian, kehidupan sosial, hingga pendidikan memudar sejenak dari biasanya. Upaya selalu dilakukan pemerintah guna menekan keterpurukan dan tenaga medis berjuang keras untuk mengurangi penyebaran covid 19 ini.

Mencoba mengingat, saat bulan suci Ramadhan akhir bulan April 2020 hingga Ramadhan usai di pertengahan bulan Mei 2020. Suasana yang sangat berbeda, ibadah rutin umat muslim salat tarawih dan solat berjamaah ditiadakan. Suatu pukulan bagi umat beragama untuk merasakan hal yang baru cara mendekatkan diri dengan sang Pencipta, semua aktivitas keagamaan merasakan hal yang serupa. Kerinduan yang bisa dirasakan, saat waktu selalu mengizinkan beraktivitas dengan leluasa namun waktu membalikkan keadaan dengan kerinduan beribadah di masjid, mushola, gereja, wihara, dan kelenteng. Semoga memberikan makna dan pesan sebagai pembelajaran, bahwa sejatinya dalam agama Islam  Kuasa-Nya, Kun Fayakun كُنْ فَيَكُونُ, “Jadilah”, maka jadilah.

Bagaimanapun manusia hanyalah dapat menerima karena alam telah berikan teguran tanpa memandang segala sesuatu nya. Semoga hal ini cepat berlalu dan yang disebut "new normal" akan menjadi kebiasaan yang baru dari batas waktu yang tak pernah di harapkan sebelumnya.



Saat senja menjelang, Jakarta 06 Juni 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarak Sajak

Bahasa banyak kata dan kalimat yang dapat  berbeda makna Pembeda maksud dan tujuan yang tidak bersekat Terungkapkan meski sulit untuk memahami dan dipahami Hanya saja kondisi belum dapat dinyatakan Dengan lantang dan tegas terucap Terselip do'a yang tak pernah berjarak Boleh jadi karena ungkapan dari lubuk hati kepada-Nya Yang dapat memahami dan tak memaksa untuk datang maupun pergi Tanpa menghakimi Namun selalu mengerti. Bagaimanapun... Dimanapun, dan sampai kapanpun Saat senja menjelang, Jakarta 06 Juni 2020

Random

Kemarau di waktu yang seharusnya bermula namun tiada kunjung berada hingga tertutup oleh basah. Melawan prediksi yang perlahan berubah oleh waktu yang terus mengiringi. Hingga pada pertemuan  itu cukup 2 musim untuk melewatinya yang menyadarkan bahwa takdir adalah nyata yang tak bisa untuk terus di genggam oleh intuisi yang sesaat.  Tak semestinya memaksa dengan gigih bilamana yang terlewat telah terlupakan dengan arif, seperti daun yang gugur ditengah musim berganti tunas menghijau berbunga dan gugur kembali. Bukankah dunia ini baru saja permulaan yang tiada habis dan tak akan pernah kekal,  serta merta ada patah dan bahagia yang mengarunginya.Lantas mengapa terus memaksa bahagia senantiasa datang bila syukur saja harusnya sudah  mencukupi semua yang ada dan termiliki. Beginilah adanya tiada bisa berucap ikhlas dan sabar diantara nikmat yang tak pernah usai, waktu biarkan aku berpeluk kesah dalam kerapuhan namun jangan biarkan termakan oleh penghabisan yang tak berm...

Waktu

waktu.. taukah kamu bahwa tidak ada batasan untuk berhenti sejenak terkecuali pada massa yang sudah ditakdirkan untuk berhenti berputar. Kau tidak bisa mengulang apalagi berganti sejenak karena kau ada untuk hari ini, besok, atau kemarin yang telah berlalu. Bisakah kau memaafkan segala khilaf baik yang terulang kembali dengan berikan kesadaran yang penuh arti.  Hingga dapat mengerti bahwa kau ada teruntuk hilang dan tak akan pernah kembali dalam massa yang sama. waktu pertemukan diri pada tulus menyayangi yakni kedua orang tua di massa yang berbeda, hingga jelas bahwa hanyalah yang benar-benar ada berikan dengan perjuangan serta pengorbanan, tanpa alasan dan syarat. Tak terlewat waktuu.. mohon datangkan suatu kebaikan untuk berada di samping hidup dengan cinta dan kasih yang halal . Hingga damai dapat menyertai dan rasa tentram dapat di genggam.